Mahasiswi bernama Feby Kurnia Nuraisyah (19) asal Batam, ditemukan tewas di toilet FMIPA UGM. Sempat jadi tanda tanya tentang siapa pembunuh mahasiswi pintar ini. Namun hanya dalam singkat polisi berhasil mengungkap dalang pembunuhan ini.
"Kasus tersebut sudah ditangkap pelakunya," kata Direskrimum Polda DIY Kombes Pol Hudit Wahyudi kepada wartawan, Selasa (3/5/2016).''
Pria yang merupakan pelaku pembunuhan Feby tersebut, ditangkap di depan sebuah rumah oleh jajaran Satuan Reskrim Polres Sleman pada Selasa (3/5/2016) sekitar pukul 16.45 WIB.
Pelaku bernama R. Eko Agus Nugroho (26), yang merupakan warga Dusun Jati, Wonokromo, Pleret Bantul, Jogjakarta.
Detik-detik Pembunuhan
Berdasarkan pesan elektornik berantai dari Satreskrim Polres Sleman diketahui, awal dari peristiwa tersebut terjadi.
"Setelah mencekik Korban (Feby Kurnia,red), pelaku bertemu dengan saksi Mirna yg merupakan petugas pembersih toilet dan berpesan bahwa toilet ujung jangan dibuka karena kerannya rusak," tulis pesan singkat tersebut.
Selanjutnya, pelaku membawa sepeda motor milik korban dan menitipkan nya di terminal Giwangan karena searah dengan jalan ke rumah dan kembali ke kampus untuk menyelesaikan pengumpulan data ke mandor.
Keesokan harinya (Jumat (29/5/2016)), pelaku tetap masuk bekerja seperti biasa pukul 04.30 WIB, dan saat bekerja kembali bertemu Mirna dan kembali berpesan utk tidak membuka pintu toilet karena keran rusak.
Dan pada pukul 10.00 WIB, pelaku kembali ke terminal giwangan untuk memindahkan sepeda motor korban ke area parkir di sebelah utara.
Pelaku pun mengakui sempat membalas sms ibu korban dan mengangkat telepon dari teman korban yg mencari.
Pelaku nekat melakukan perbuatan jahat itu karena masalah ekonomi. "Pelaku mengakui melakukan perbuatan tersebut (membunuh) karena kepepet tidak punya uang,"
Keluarga Curiga SMS Dari Feby Tidak Seperti Biasa
Keluarga sudah menaruh kecurigaan ada yang tak beres sejak Feby Kurnia Nuraisyah (19) menghilang. Terutama pesan-pesan singkat yang dikirim dari nomor ponsel Feby yang mencurigakan.
Sang ibu, Nurcahaya Ningsih (48) menunjukkan beberapa SMS dari nomor ponsel Feby kepadanya.
Salah satunya saat Nurcahaya meminta Feby untuk menelponnya, berbalas pesan, "Iya ma nanti ya. Baru banyak tugas, mama lg apa".
Pertanyaan, "Mama lg apa" menimbulkan kecurigaan. Febi dikenal sangat singkat dalam menulis pesan.
"Biasanya hanya balas 'Oke ma' atau 'iya ma," kata Nurcahaya.
Satu lagi, saat Nurcahaya menanyakan di mana Feby berada, pesan tersebut berbalas, "D kost temen ma, namti bi tlp ya. Kalau sudah selesai".
Setelah pesan di atas, ada pesan lagi diterima ibunya yang berbunyi, "Mama jangan lupa makan, jaga kesehatan mama, d sini fibi baik2 saja.kak Diyanti khawati bgt"
Dari dua pesan tersebut, Nurcahya menemukan banyak kejanggalan. Feby selalu membahasakan dirinya dengan namanya, Febi.
"Bukan pakai kata 'Bi'. Kalau saya panggil dia memang 'Bi'. Nggak pernak menyebut 'Fibi' juga," ujar Nurcahaya.
Pesan-pesan agar ibunya menjaga kesehatan juga bukan gaya Feby. Dari situ, Nurcahaya semakin yakin bahwa ponsel anaknya sudah berpindah tangan.
"Kalau ditelepon tidak diangkat. Saya sudah curiga, tapi saya tidak berani bertanya macam-macam. Takut kalau Feby di apa-apain," kata Nurcahya.
Pesan-pesan itu dikirim pada Jumat (29/5) siang. Karena kecurigaannya itu, Nurcahya langsung menuju Yogyakarta pada Sabtu (30/5) keesokan harinya.
Pesan dengan bahasa mencurigakan juga diterima kakak sepupunya, Diyanti Siregar (24).
Diyanti yang tinggal di Yogyakarta juga berusaha menghubungi Febi lewat SMS. Menurutnya, balasan-balasan SMS yang diterimanya mencurigakan.
Saat Diyanti meminta Feby meneleponnya pada Jumat (29/5) siang, berbalas, "Iya kak, ak cas dlu nanti fibi yg tlp kakak saja."
Karena curiga, Diyanti langsung menanyakan siapa sebenarnya yang memegang HP Febi. "Ini siapa? Aku yakin ini bukan Febi. Febi di mana?" tanya Diyanti. Namun pesan itu tak pernah dibalas.
Karena kecurigaannya itu, Diyanti memutuskan untuk melaporkan hilangnya Feby ke Polsek Mlati.
(Sumber: Tribunnews, deticom)
0 komentar:
Post a Comment